Senin, bagi sebagian orang bisa merupakan hari yang menyebalkan. Itupun juga berlaku bagi saya.
Saya teringat ketika masih sekolah SMK dulu. Hal yang paling saya benci pada hari senin adalah upacara bendara. Memang, waktu itu masih belum mengerti soal rasa nasionalisme.
Seperti upacara bendera kebanyakan pidato dari pimpinan upacara tak bisa terhindarkan. Itu biasanya yang membikin anak-anak lari semua. Apalagi yang bakalan naik kemimbar adalah Pak Kepala Sekolah.
wuiiihhhhh…..
Bisa satu sekolahan toh kena semprot beliau. Mulai dari sampah, terlambat masuk sekolah, ribut, selalu saja kelas saya kena sindir Beliau.
Tapi bagaimana juga Beliau sudah berjasa membangun sekolah kami dan menghasilkan lulusan seperti saya. hahahahahaha.
Ditengah teriknya panas pagi itu, anak semua tampak gelisah berharap upacara segera berakhir. Namun, itu hanya harapan semu.
Tapi yang menyenangkan pada waktu itu. Yang menjadi pimpinan Upacara bendera bukan Pak Kepala Sekolah melainkan Bapak yang mengajar Bahasa Indonesia.
Satu musibah sudah terlewati,
Pidato, ya… sekarang saatnya pidato. Saat itu aku pikir Bapak akan memberikan Pidato yang membosankan yang selalu menceritakan kesalahan-kesalahan kami semua. Akan tetapi ketika memulai pidato beliau mengatakan ” Bapak kali ini tidak akan memberikan pidato seperti biasa, akan tetapi bapak akan bercerita sesuatu dan bapak mohon kalian dengarkan dengan seksama”
Semua terdiam, berusaha menuruti apa yang dikatakan beliau.
Beliau memulai cerita …
Dahulu disebuah desa ada seorang pamanah yang setiap hari kerjaannya cuma berlatih memanah.
Sehari-hari waktu dihabiskan cuma untuk memanah dan memanah. Dan pada suatu hari, setelah dia merasa cukup berlatih, dia mulai memanggil semua warga untuk berkumpul dan menyaksikan apa yang akan ia lakukan.
” aku hari ini ingin memperlihatkan kehebatanku kepada kalian semua” teriak pemuda itu.
Warga bergerombolan mendekati pemuda itu.
Pemuda itu mengambil panahnya dan mengarahkan ketarget yang kecil dan jauh dari posisinya. Setiap panahnya yang terbang tak pernah meleset dari sasaran.
Dan dia pun berteriak dihadapan para warga ” Akulah orang terhebat dikampung ini bahkan didunia, tidak ada yang mampu menandingi aku”.
Tiba-tiba dari segerombolan warga ada salah satu orang menyahut, dan ia berkata ” jika kamu merasa hebat, apakah kamu bisa melakukan seperti yang aku lakukan ?”
Pemuda tadi menoleh, dan melihat salah seorang berjalan menuju kearahnya dengan perawakan yang kurus dan agak lemah.
Pemuda itu berkata ” Apa yang bisa kamu lakukan dengan tubuh yang lemah begitu ?”
orang tua tadi menjawab ” lihat ini “
Orang tua tadi naik kesebuah tempat yang agak tinggi dan meletakkan sebuah botol tepat dibawahnya.
Dan ia mengambil sebuah botol yang berisi minyak. Kemudian dia menuangkan botol yang berisi minyak tersebut ke botol yang berada dibawahya.
Ternyata, tak sedikitpun minyak yang ia tuangkan tersebut meleset dan tepat masuk kedalam sebuah botol yang memiliki lubang yang sangat kecil.
Semua warga yang melihat terperangah keheranan, tak terkecuali pemuda itu.
Orang tua tersebut tersebut terus menuangkan minyak dari botol tersebut sampai habis hingga botol yang ada dibawah terisi penuh.
Orang tua tersebut turun, dan menyuruh pemuda itu melakukan apa yang ia lakukan. Pemuda itu menuruti apa yang diinginkan oleh pak tua itu. Beberapa kali pemuda itu mencoba namun selalua gagal, ,minyak itu selalu tertumpah dan keluar tidak mengenai lubang botol itu.
Pemuda itu turun dan menuju orang tua itu ” siapa gerangan engkau hai pak Tua..?”
“saya hanyalah seorang yang sehari-harinya menjual minyak dan menuangkan minyak”
Dari cerita diatas ternyata Bapak memberikan sebuah pelajaran. Kata beliau ketika menutup cerita ” sesuatu yang sulit apabila kita lakukan setiap hari maka itu akan menjadi kebiasan, jika sudah menjadi kebiasan kitapun akan menjadi ahli dibidang yang kita kerjakan”.
Beliau berpesan kepada kami ” Sebenarnya yang diperlukan bukan bakat, akan tetapi keseriusan dan selalu melakukan dan melakukan”.
Panas pada pagi itu seakan-akan sirna, karena terbakar oleh rasa semangat kami untuk tidak takut mencoba……

